Kamis, 22 Desember 2011

Apabila Malam, Ibu




Apabila malam mengelus sepiku, Ibu
ruang dipenuhi helai-helai sukmamu
angin lindap kirimkan semerbak tubuhmu
ingin kudekap-kucium syahdu

Apabila malam mengkoyak sukmaku, Ibu
di remang cahaya temaram jejakmu kuburu
kupungut kerlip rancak tabiatmu 
redam-redahkan segala risauku

Apabila malam panjang merentang segala asing, Ibu
rinduku menghampar membaring, dibelai-lambaimu
lembut suaramu pada bentang hening, o
tidur kan anakmu meski lewat desau angin

2011

Selasa, 20 Desember 2011

Sajak Perkawinan

 

Cinta yang begitu gaib 
kubaringkan di selat hatimu
biarkanlah, menyusun labirin waktu
mengajakmu menuju puncak nirwana
dengan sekuntum cium ridha-Nya
disaksikan 1000 pasang mata

Cinta yang begitu gaib
merangkai kita pada alinea baru
kau dan aku menulis hari-hari syahdu: rindu!

Oktober 2011

Perempuan di Bawah Cahaya Rembulan

 

Perempuan bertubuh sintal itu: menjelma kupu-kupu
dari warung remang-remang; di bawah jilatan cahaya rembulan
mengepak sayap, hinggap di pundak-pundak jantan yang lalu lalang
mengajaknya bermain petak umpet dalam pekat malam
harapan menyembul dari belah dadanya yang dijajakan
(lembaran-lembaran rupiah lahir dari rahim yang dibelai jalang)


“Hidupku berawal dari menarik ritsleting, inilah kerjaku
mencecap kelamin dan menguras isi kantong celana lawan main
untuk menyumpal perut ibu yang sekarat dan tangis anak zinahku.”

Tambah larut, tambah melarut gugup penantian

“Malam, suntingkan rembulan untukku!”

O, semerbak parfum bercendawan menyengat dari peluhnya
kopi hitam dan asap rokok menjadi sajen dan dupa
sambil mengeja nama-nama pelanggan yang hilir-mudik dalam ingatan
dalam kesepian…

“Ini malam rembulan perak retak!”

Desember 2011

Persetubuhan Malam




Ingin kusingkap malam
kuremas rembulan                  
kukulum bintang-bintang
kureguk embun
kudesahkan angin
hingga
tenggelamku dalam persetubuhan
Mu

Desember 2011

Jarak




Seperti angin yang mengguncang pucuk malam
begitulah, ketika nafasmu melulu kau hembus lewat jarak
kata-katamu menjelma begitu dingin
seketika bayangmu
buat kutepekur
dari rahim sunyi kau lahir
hening
tegang
di puncak jarum jam dinding kau menunggang
menukik ke arahku!

Desember 2011

Senin, 19 Desember 2011

Mawar

 

Ini setangkai mawar untukmu, kekasih
kupetik dari hasil mencangkok dahan-Nya
di petak hatiku telah berhasil kusemaikan
sepohon mawar telah mengakar dan mekar
maka izinkan aku bercocok tanam di hatimu
hingga kelak kuciptakan sebidang firdaus
tempat kita bermain dan berbagi segala,
cinta

Desember 2011