Selasa, 20 Desember 2011

Perempuan di Bawah Cahaya Rembulan

 

Perempuan bertubuh sintal itu: menjelma kupu-kupu
dari warung remang-remang; di bawah jilatan cahaya rembulan
mengepak sayap, hinggap di pundak-pundak jantan yang lalu lalang
mengajaknya bermain petak umpet dalam pekat malam
harapan menyembul dari belah dadanya yang dijajakan
(lembaran-lembaran rupiah lahir dari rahim yang dibelai jalang)


“Hidupku berawal dari menarik ritsleting, inilah kerjaku
mencecap kelamin dan menguras isi kantong celana lawan main
untuk menyumpal perut ibu yang sekarat dan tangis anak zinahku.”

Tambah larut, tambah melarut gugup penantian

“Malam, suntingkan rembulan untukku!”

O, semerbak parfum bercendawan menyengat dari peluhnya
kopi hitam dan asap rokok menjadi sajen dan dupa
sambil mengeja nama-nama pelanggan yang hilir-mudik dalam ingatan
dalam kesepian…

“Ini malam rembulan perak retak!”

Desember 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar